Geger Gerai Alfamart Ditutup Massal, Ratusan Pegawai Cemas Kehilangan Pekerjaan

Foto aksi ratusan karyawan Alfamart saat demo di Kantor Bupati Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH  – Penutupan puluhan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial dan menjadi sorotan publik nasional. Kebijakan penutupan tersebut memicu kekhawatiran ratusan karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 25 gerai ritel modern dihentikan operasionalnya karena diduga melanggar aturan zonasi dan jarak dengan pasar tradisional sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang pasar rakyat, swalayan, dan waralaba.

Isu ini semakin ramai setelah video dan unggahan terkait penutupan gerai Alfamart tersebar luas di TikTok dan Instagram. Banyak netizen menyoroti nasib para pekerja yang terdampak, bahkan sejumlah karyawan disebut mendatangi Kantor Bupati Lombok Tengah untuk meminta kejelasan terkait pekerjaan mereka.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penegakan aturan daerah terkait keberadaan ritel modern yang dinilai terlalu dekat dengan pasar rakyat dan UMKM lokal. Pemerintah daerah juga membantah isu yang menyebut penutupan dilakukan karena program Koperasi Desa Merah Putih.

Sementara itu, muncul kekhawatiran akan terjadinya PHK massal akibat kebijakan tersebut. Anggota DPD RI dari NTB, Evi Apita Maya, bahkan mengusulkan agar eks karyawan ritel modern dapat diakomodasi dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai solusi penyerapan tenaga kerja baru.

Kasus ini pun memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian mendukung penataan ritel modern demi melindungi pedagang kecil dan pasar tradisional, sementara lainnya menilai pemerintah perlu mempertimbangkan dampak ekonomi dan nasib para pekerja yang terdampak langsung. (Red)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak