| Salah satu bagunan milik warga yang hancur saat terjadi gempa |
NTT – Aktivitas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum sepenuhnya mereda setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan M5,3 kembali mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 01.12 WIB.
Gempa tersebut berpusat di 52 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan berikutnya.
Gempa M5,3 tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya wilayah Flores juga diguncang gempa susulan berkekuatan M5,4 yang kemudian diperbarui menjadi M5,2 oleh BMKG. Gempa pada Kamis (20/8/2026) itu berlokasi sekitar 29 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan juga tidak berpotensi tsunami.
3.752 Gempa Susulan Tercatat
BMKG mencatat aktivitas kegempaan di NTT masih cukup tinggi. Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 3.752 aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus lalu.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan akibat gempa.
Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. BMKG menyebut gempa susulan dapat terjadi selama sekitar 21 hingga 30 hari setelah gempa utama, meski intensitasnya diperkirakan berangsur menurun.
Korban Gempa Terus Bertambah
Sementara itu, dampak gempa utama M7,7 masih dalam proses pendataan dan penanganan oleh pemerintah serta tim gabungan di lapangan.
Data terbaru yang dihimpun dari laporan BNPB menyebut jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 75 orang, sedangkan 907 orang mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa dan luka-luka, puluhan ribu warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Data yang dilaporkan mencapai sekitar 92.735 orang.
Angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, pendataan dan verifikasi korban di sejumlah wilayah terdampak.
Gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 memberikan dampak cukup luas di wilayah Flores dan sekitarnya. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan serta tempat tinggal sementara.
Pemerintah bersama BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah dan berbagai unsur lainnya hingga kini terus melakukan penanganan darurat dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait aktivitas gempa dan potensi tsunami diharapkan merujuk pada kanal resmi BMKG. (Tim)