Kemarau Panjang Mengintai, Dinkes Kotabaru Imbau Warga Waspada ISPA dan Diare

Sekretaris Dinkes, Muhammad Ukas, S.Farm., Apt.
KOTABARU — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotabaru tidak hanya berdampak pada krisis air, tetapi juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotabaru menerbitkan imbauan resmi agar warga ekstra waspada terhadap potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit diare.
Kondisi cuaca ekstrem ini kian memprihatinkan menyusul maraknya potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan kualitas air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Dinkes Kotabaru, Erwin Simanjuntak, SKM., melalui Sekretaris Dinkes, Muhammad Ukas, S.Farm., Apt., mengungkapkan bahwa hingga saat ini fasilitas kesehatan maupun puskesmas setempat belum mencatat adanya lonjakan kasus ISPA yang signifikan. Meski demikian, pihaknya enggan bersikap gegabah dan terus memantau situasi di lapangan.
"Kami terus melakukan koordinasi langkah antisipasi secara intensif. Jika kabut asap mulai melanda, kami mewajibkan masyarakat untuk melindungi diri dengan masker guna mencegah paparan ISPA yang ditandai dengan gejala batuk dan sesak napas," tegas Ukas, Senin (7/9/2026).
Tak hanya gangguan pernapasan, Dinkes Kotabaru juga memberi perhatian khusus pada keterbatasan pasokan air bersih. Menurunnya kuantitas dan kualitas air baku saat kemarau dinilai menjadi pemicu utama munculnya penyakit diare dan gangguan pencernaan lainnya, terutama jika konsumsi air tidak higienis.
"Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan air dimasak hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi. Langkah sederhana ini merupakan benteng utama untuk mencegah penularan diare," tambahnya.
Guna mengantisipasi skenario terburuk, Dinkes Kotabaru memastikan seluruh puskesmas di wilayahnya dalam kondisi siaga penuh, lengkap dengan ketersediaan obat-obatan, logistik medis, serta kesiapan tenaga kesehatan.
Di samping itu, Dinkes turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan sekitar dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu karhutla, demi mencegah pembentukan kabut asap yang dapat memperburuk kualitas udara daerah.
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak