BANJARBARU – Seorang pria tuna wisma ditemukan meninggal dunia di Masjid Sulaiman, Jalan Ahmad Yani KM 21, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Korban diketahui bernama Sutrisno (41), laki-laki, kelahiran Jawa Timur, 6 Juni 1984, yang selama ini diketahui kerap mondar-mandir dan tinggal sementara di sekitar kawasan Landasan Ulin.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh marbot masjid, Rohim, yang merupakan saksi di lokasi. Ia menjelaskan bahwa korban sudah sekitar tiga hari terakhir beraktivitas dan beristirahat di Masjid Sulaiman.
“Saksi melihat korban terakhir kali bangun sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu korban hanya terlihat bengong di pojok masjid,” ujar Rohim.
Saat memasuki waktu salat Zuhur, saksi kembali melihat korban dalam posisi terbaring dan mengira hanya tertidur. Namun setelah dibangunkan beberapa kali dan tidak merespons, saksi bersama jamaah lainnya melakukan pengecekan dan mendapati korban sudah tidak bernapas.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Liang Anggang. Petugas gabungan dari Polsek Liang Anggang dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Banjarbaru langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP, korban ditemukan dalam posisi miring di pojok teras masjid, dengan kondisi tubuh sangat kurus. Di sekitar korban juga ditemukan barang-barang pribadi berupa pakaian dan selimut, serta beberapa botol air mineral yang diduga dikonsumsi korban.
Petugas juga menemukan kartu keluarga atas nama Sutrisno di dekat tubuh korban. Hasil pemeriksaan sidik jari melalui alat Inafis Polres Banjarbaru memastikan identitas korban sesuai dengan dokumen tersebut.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat sakit dan kondisi kelaparan.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunardi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia karena sakit dan kondisi fisik yang sangat lemah,” jelas Ipda Kardi.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk dilakukan visum. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan petugas rumah sakit dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru untuk proses pemakaman.
Diketahui, korban hidup sebatang kara tanpa keluarga. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Cempaka milik Pemerintah Kota Banjarbaru.
