BANJARMASIN – Tim Peliputan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melaksanakan kunjungan studi tiru ke kantor Banjarmasin Post, Jum'at (13/02/2026), guna memperkuat kapasitas penulisan serta pengelolaan publikasi kehumasan pemerintah daerah.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi M. Royan Naimi, Manajer Pemberitaan Hari Tri Widodo, serta Sales Intern Iklan Risda Noor F. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi terbuka yang membahas strategi pengelolaan pemberitaan media profesional.
Pemimpin Redaksi M. Royan Naimi menegaskan bahwa kekuatan berita terletak pada struktur dan ketajaman angle.
“Berita harus menempatkan fakta terpenting di bagian awal. Lead yang kuat akan menentukan apakah pembaca melanjutkan atau tidak. Selain itu, angle harus jelas dan kutipan narasumber harus berbobot,” ujarnya.
Ia menambahkan, media tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi menyajikan informasi yang memiliki nilai bagi publik.
“Jangan sampai berita hanya menjadi dokumentasi kegiatan. Harus ada unsur informasi, dampak, dan kepentingan publik yang ditonjolkan,” katanya.
Manajer Pemberitaan Hari Tri Widodo turut memaparkan pola kerja redaksi yang mengedepankan akurasi dan verifikasi serta kerjasama tim dalam memproduksi berita.
“Kecepatan itu penting, tetapi akurasi jauh lebih utama. Setiap informasi harus diverifikasi sebelum dipublikasikan, juga pentingnya kerja tim dalam proses produksi berita. jelasnya.
Dari sisi bisnis media, Sales Intern Iklan Risda Noor F. menjelaskan peran divisi pemasaran dalam mendukung keberlanjutan perusahaan pers.
Dalam diskusi tersebut, aspek penentuan judul juga menjadi perhatian. M. Royan Naimi menekankan bahwa judul merupakan pintu masuk pembaca terhadap sebuah berita.
Sementara itu, perwakilan Diskominfo, Kisnaniah, menyampaikan bahwa tuntutan kerja kehumasan pemerintah saat ini semakin kompleks.
“Kami tidak hanya menulis rilis, tetapi juga mengelola media sosial dan memproduksi konten visual. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan agar informasi pemerintah lebih komunikatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan studi tiru ini, Diskominfo berharap dapat mengadaptasi praktik baik yang diterapkan media profesional, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi pemerintah agar lebih akurat, informatif, dan pada kepentingan publik. (Tim)

