Diduga Lompat dari Tower BTS, Pria 25 Tahun Ditemukan Tewas di Kebun Warga Banjarbaru


BANJARBARU – Warga Jalan RO Ulin Gang Sapta Warga, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di kebun belakang rumah warga, Kamis (29/1/2026) sore sekitar pukul 16.37 Wita.

Korban diketahui bernama Amanul Yaqin (25), warga Desa Rangas, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang saat ini tinggal sementara di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa bermula saat saksi Sariyem (61) tengah menonton televisi di dalam rumah. Ia tiba-tiba mendengar suara benturan keras dari arah belakang rumah. Ketika dicek, saksi mendapati pohon pisang miliknya rusak dan seorang pria tergeletak tanpa mengenakan baju dalam kondisi bersimbah darah.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berkerumun, sementara Ketua RT setempat langsung menghubungi pihak kepolisian.

Petugas Polres Banjarbaru yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban ke RS Idaman Banjarbaru untuk dilakukan visum.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunardi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil sementara penyelidikan mengarah pada dugaan bunuh diri.

“Benar, kami menerima laporan penemuan seorang laki-laki meninggal dunia di kebun belakang rumah warga. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, korban diduga terjatuh dari Tower BTS yang berada tidak jauh dari lokasi,” ujar Ipda Kardi.

Di sekitar lokasi ditemukan sebuah Tower BTS Telkomsel setinggi kurang lebih 42 meter. Polisi juga mengamankan pakaian korban berupa kaos biru dan sarung cokelat yang ditemukan tergantung di kawat pengaman area tower, serta mendapati celah pagar yang diduga menjadi akses korban masuk ke area tersebut.

“Temuan pakaian korban di sekitar tower serta kondisi pagar yang terbuka menguatkan dugaan bahwa korban naik ke tower sebelum terjatuh,” jelasnya.

Ipda Kardi menambahkan, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sempat mencoba mengakhiri hidupnya beberapa jam sebelum kejadian.

“Korban sebelumnya sempat melakukan percobaan bunuh diri pada subuh hari namun berhasil digagalkan. Korban juga memiliki riwayat berobat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum selama sekitar empat tahun,” ungkapnya.

Hasil visum sementara menunjukkan adanya luka berat di bagian kepala, pendarahan hebat, serta patah tulang pada paha kanan korban akibat benturan keras.

“Sementara ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain. Kesimpulan sementara korban meninggal dunia akibat bunuh diri,” tegas Ipda Kardi.

Saat ini jenazah korban masih berada di RS Idaman Banjarbaru. Rencananya pemakaman akan dilakukan dengan bantuan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru karena keterbatasan ekonomi keluarga korban. (FR)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak