BANJARBARU – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Komplek Citra Garden City, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kamis (29/1/2026) siang. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di kolam pemancingan yang berada di area perumahan tersebut.
Korban diketahui bernama Muhammad Athaillah Raufa, lahir pada 7 Juli 2017, warga Jalan Jeruk, Kelurahan Sungai Ulin, Banjarbaru Utara.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Suprapti yang saat itu tengah berjalan kaki menuju tempat kerjanya sekitar pukul 13.00 Wita. Saat melintas di sekitar kolam pemancingan, saksi melihat tubuh seorang anak mengapung di permukaan air.
Sontak, saksi berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh Salimun, petugas keamanan komplek perumahan. Ia segera mendatangi lokasi dan langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk mengevakuasi korban.
Korban kemudian dilarikan ke RS Al-Mansyur Banjarbaru menggunakan kendaraan emergency, namun setibanya di rumah sakit, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Petugas gabungan dari Polsek Banjarbaru Utara, Polres Banjarbaru, serta tim identifikasi Satreskrim langsung turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sekitar area.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat lebam di bagian belakang telinga hingga leher, serta cairan keluar dari hidung dan mulut yang merupakan ciri korban tenggelam.
Dari hasil olah TKP, kolam tempat korban ditemukan merupakan fasilitas umum milik komplek perumahan dengan kedalaman mencapai 1,5 meter di bagian tengah dan tidak dilengkapi pagar pengaman di sekelilingnya.
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa sebelum kejadian, korban berada di Paud Mata Najwa, sebuah sekolah sekaligus penitipan anak berkebutuhan khusus. Korban diduga keluar dari area sekolah melalui jendela ruang makan yang tidak dipasangi teralis besi.
Jejak kaki ditemukan mengarah dari sekolah menuju area semak-semak hingga ke jalan aspal yang menuju langsung ke lokasi kolam ikan. Seorang warga bahkan sempat melihat korban berjalan cepat dan sempat ditegur, namun korban tidak menjawab.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunardi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan hasil sementara penyelidikan.
“Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan medis, serta keterangan saksi-saksi termasuk guru dan orang tua korban, disimpulkan bahwa korban berjalan sendiri dari sekolah menuju kolam ikan tanpa ada unsur paksaan dari pihak lain,” ujar Ipda Kardi.
Ia juga mengungkapkan bahwa korban merupakan anak berkebutuhan khusus dengan kondisi autis akut dan memiliki obsesi berlebihan terhadap air.
“Korban diketahui sering kabur dari rumah maupun sekolah dan selalu tertarik pada area yang berhubungan dengan air seperti kolam, danau, maupun bekas galian,” jelasnya.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menyatakan tidak akan menuntut pihak sekolah atas musibah yang terjadi. (FR)