![]() |
| Kepala Desa Kulipak, Jali Rahman |
Selama ini, masyarakat Pulau Laut Timur masih sangat bergantung pada unit Damkar yang berada di pusat Kota Kotabaru. Namun, jarak yang cukup jauh kerap menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran.
“Kalau kita berharap unit dari Damkar Kotabaru sering terlambat. Biasanya api sudah padam sendiri baru unit datang. Paling yang dipadamkan hanya sisa bara api,” ujar Jali Rahman.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila terjadi kebakaran dengan skala besar. Oleh karena itu, dalam setiap forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dirinya secara konsisten mengusulkan pengadaan posko dan armada Damkar di Pulau Laut Timur.
Jali Rahman mengusulkan setidaknya dua lokasi posko Damkar yang dinilai strategis untuk menjangkau seluruh desa di wilayah tersebut.
Pertama, Posko Kecamatan, yang diharapkan dapat melayani Desa Teluk Gosong, Teluk Mesjid, Berangas, Sungai Limau, Kulipak, Langkang Lama, Langkang Baru, Karang Sari, dan Betung.
Kedua, Posko Desa Sejakah, yang posisinya berada di tengah-tengah Desa Bekambit, Bekambit Asri, Sejakah, Batu Tunau, dan Tanjung Harapan.
“Posko Desa Sejakah memang hanya mencakup lima desa karena jarak antardesa lainnya cukup jauh. Sementara untuk Posko Kecamatan, jarak dari Teluk Gosong sampai Betung relatif berdekatan,” jelasnya.
Ia berharap pihak terkait, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotabaru, dapat merealisasikan pengadaan satu hingga dua unit armada Damkar pada tahun 2026. Keberadaan unit ini dinilai sangat krusial sebagai langkah antisipasi cepat untuk meminimalisir kerugian materil maupun korban jiwa akibat kebakaran yang kerap terjadi di Pulau Laut Timur. (Tim MK)
